Minggu, 27 Desember 2009

Tears of November


Dalam hidupku tiada penyesalan yang begitu menyesakan dada selain ketika aku harus merasakan hampir kehilangannya. Kedua mata ini menyaksikan sebagian tubuhnya yang saat itu menjadi sulit tuk digerakan.. telinga ini pun menjadi saksi, kata2 yang keluar dari mulutnya tak lagi bisa ku mengerti.

Yah..tak pernah terbayang olehku sebelumnya, sakit itu menyerang tubuh orang yang amat ku cintai. semua derita yang dirasakanya dari ke hari-hari masih terekam kuat hingga kini..yang bila terlintas walau sesaat saja, air mata ini masih saja jatuh tak tertahankan.
Alhamdulillah Allah menjawab doa2 yang kupanjatkan setiap malam kala duduk disampingnya ..hingga dengan berlalunya waktu aku bisa mendapakan pelukannya kembali, mendengar cerita2 darinya yang tak pernah ada habis2nya seperti sedia kala..

Pernah..Aku ingin menghapus kenangan pahit itu..membuangnya jauh-jauh dari bagian cerita hidupku. tapi aku tak prnah bisa..sekuat apapun aku ingin, skuat itu pula kenagan itu menghampiri. Akhirnya hanya keikhlasan yang mampu membuat tenang dan tentram jiwa ini..

Ya Allah..ampunilah aku, ampunilah kedua orangtuaku, sayangilah keduanya seperti mereka menyayangiku sewaktu aku kecil dan berikanlah kepada keduanya kesehatan serta kebahagiaan dunia akhirat..Amin.




I love u more each day..Mom!

after lunch..d lesehan of smwhere.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar