Minggu, 27 Desember 2009

Tentangmu Sahabat..


Sebenarnya bukan kabar yang bisa membuatku menangis yang kuharapkan tentangmu..
setelah sekian lama ku tak mendengar semua hal tentangmu.

Aku tak ingat lagi kapan pertemuan kita yang terakhir kali..yang masih ku ingat dengan kuat adalah engkau pernah begitu baik terhadapku. Semasa SMA dulu, engkau adalah seorang sahabat sekaligus seseorang yang tak pernah kumilki dalam hidupku. Engkau selalu ada saat ku butuhkan..dan hanya kepadamu lah aku merasa tak sungkan tuk meminta pertolongan.
Mungkin hampir setiap hari di sekolah aku meminjam motor milikmu untuk keperluanku sendiri, bahkan engkaupun sang 'empu'nya seakan harus meminta ijin dulu padaku bila ingin menggunakannya. Lucu..bila aku teringat kekonyolan2 saat belajar dan bercanda bersamamu. Ada lagi satu cerita tentangmu..waktu itu aku mengalami sebuah kecelakaan lalu lintas yang membuat aku harus istirahat cukup lama dan tak bisa mengikuti pelajaran di sekolah. Dan engkau dengan setia rela mendatangi rumahku tuk sekedar mengajariku dengan mengulangi pelajaran2 yang sebelumnya engkau peroleh di sekolah agar nanti bila aku kembali masuk sekolah dan belajar, aku bisa mengikuti semua itu tanpa harus tertinggal jauh. Dengan penuh kesabaran engkau mengajariku..hampir setiap sore. Tak ada sedikitpun rasa yang terlintas antara aku dan dirimu selain rasa sayang seorang sahabat pada sahabatnya. Dan aku pun yakin terhadapmu. Karena yang kurasakan saat itu adalah sebuah ketulusan hati dari seorang Dadang Sudrajat.

Sahabat..taukah engkau? beberapa waktu terakhir ini tiba-tiba saja aku teringat padamu..yang kian hari bertambah amat sangat. Padahal 10 tahun lebih aku hampir tak pernah mengingatmu tapi entah kenapa akhir2 ini aku jadi teringat lagi padamu. Sebagian banyak sahabat-sahabatku yang lain..sudah mulai ku ketahui lagi keberadaannya saat sekarang dan akupun sudah mulai menjalin kembali hubungan pertemanan yang sempat terputus jarak dan waktu dengan mereka. Dan hati ini merasa ada yang hilang ketika aku tak tahu apapun tentangmu. Pernah kumencoba bertanya, namun tak satupun yang mengetahui kabar terakhir tentang keadaanmu. Sungguh aku rindu padamu..sahabat! aku rindu pada semua kebaikan yang pernah kau berikan padaku... Aku berharap bisa bertemu kembali dan menceritakan perjalananku hingga sampai pada kehidupanku sekarang, memberitahu padamu tentang aku yang telah memiliki 2 malaikat kecil, menceritakan semua hal tentang aku yang sekian lama terputus kabar dan komunikasi denganmu. Dan juga begitu sebaliknya, sudah ku siapkan banyak pertanyaan2 yang akan aku tanyakan padamu..mungkin yang tidak akan pernah habis dalam waktu sehari saja bila bertemu denganmu.
Hari ini..ternyata semua keinginanku itu tak lagi bisa kuwujudkan. Aku mendengar kabar bahwa engkau sudah tak lagi ada.. hanya tangis dan ucapan Innalillahi wa inna ilaihi roji'un yang bisa kuucapkan sesaat setelah mendengarnya. Ya Allah..ternyata aku tak mungkin lagi bisa bertemu denganmu sahabatku! walaupun untuk sekedar mengucapkan terima kasih.. ternyata rasa yang begitu kuat ini adalah satu pertanda untukku, pertanda bahwa engkau telah terlebih dahulu menghadapNya meninggalkan aku dan kita semua. Sahabat, aku beruntung pernah mengenal dan memiliki seorang sahabat sepertimu dalam kehidupanku dulu..Sekarang pun engkau masih saja jadi bagian cerita perjalananku dan akan tetap selalu begitu adanya.

Kini aku hanya bisa berdoa untukmu,
Ya Allah..maafkanlah segala kesalahan sahabatku, tempatkanlah ia di sisiMu..Amin!
Semoga kebaikanmu menjadi tambahan amal buatmu.


Selamat jalan sahabat...we're gonna miss u!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar